Bandwidth Delay Product Calculator

Hitung data in-flight dan kebutuhan TCP window dari bandwidth serta RTT.

Hasil Bandwidth Delay Product

Rumus dan contoh

BDP (bit) = bandwidth (bit/detik) × RTT (detik). Minimum window menyamai BDP; recommended window menambahkan margin 25% untuk variasi kondisi.

Pada 100 Mbps dan RTT 50 ms, BDP adalah 625.000 byte atau sekitar 610,35 KiB. Tanpa window scaling, receive window dasar hanya 65.535 byte.

Cara kerja dan penggunaan

Bandwidth Delay Product Calculator menghitung jumlah data yang dapat berada di jalur selama satu round-trip time. BDP penting pada koneksi berbandwidth tinggi atau berlatensi jauh karena pengirim perlu memiliki cukup data outstanding untuk memenuhi jalur. Jika TCP receive window terlalu kecil, throughput berhenti meningkat walaupun bandwidth fisik masih tersedia.

Rumus dasarnya adalah bandwidth bit per detik dikalikan RTT detik. Hasil bit dibagi delapan menjadi byte. Minimum TCP window menyamai BDP, sedangkan rekomendasi tool menambahkan margin 25 persen untuk variasi RTT dan kondisi operasi. Perbandingan tanpa scaling memakai batas receive window dasar 65.535 byte; scaling dihitung sebagai shift terkecil yang dapat menampung window rekomendasi.

Contoh koneksi jarak jauh

Pada 100 Mbps dan RTT 50 ms, BDP adalah 5.000.000 bit atau 625.000 byte, sekitar 610,35 KiB. Nilai ini jauh di atas batas window tanpa scaling. Window besar saja tidak menjamin throughput karena packet loss, congestion control, buffer perangkat, disk, CPU, dan jumlah flow tetap berpengaruh. Ukur RTT pada jalur serta waktu yang relevan, bukan hanya ping terbaik, dan bandingkan dengan TCP Window Calculator.

Cara memakai hasil dengan benar

Mulailah dengan memasukkan data yang benar-benar mewakili kondisi jaringan, bukan sekadar nilai maksimum pada brosur perangkat. Perhatikan satuan pada setiap kolom karena perbedaan bit, byte, meter, kilometer, MHz, GHz, millisecond, atau second dapat mengubah hasil beberapa orde besaran. Gunakan tombol isi contoh untuk memahami format, kemudian ganti seluruh nilai dengan data proyek. Jika validasi menolak masukan, periksa angka kosong, nilai nol pada pembagi, bilangan negatif, alamat yang berada di luar network, atau jumlah baris yang melewati batas. Pembatasan tersebut mencegah hasil tidak terhingga dan menjaga halaman tetap responsif.

Hasil kalkulator merupakan estimasi teknik yang membantu perencanaan, pembandingan skenario, dan pemeriksaan awal. Nilai teoritis belum tentu sama dengan pengukuran lapangan karena implementasi vendor, toleransi komponen, firmware, antrean, interferensi, kualitas kabel, cuaca, topologi, serta beban perangkat dapat memberi pengaruh tambahan. Simpan asumsi bersama hasil, uji beberapa skenario, lalu tambahkan margin desain yang sesuai dengan tingkat risiko layanan. Untuk perubahan jaringan produksi, verifikasi kembali melalui dokumentasi vendor, packet capture, command monitoring, alat ukur, atau uji terkontrol pada maintenance window.

Privasi, validasi, dan tindak lanjut

Perhitungan berlangsung di browser. Nilai network, alamat, bandwidth, delay, konfigurasi, dan hasil tidak dikirim atau disimpan oleh server. Statistik baru dicatat setelah perhitungan valid dan hanya mengidentifikasi tool, bukan isi input. Tombol salin dan download membuat keluaran langsung di perangkat pengguna tanpa file sementara permanen. Walaupun demikian, periksa kembali sebelum membagikan hasil karena nama interface atau rancangan alamat dapat dianggap informasi internal organisasi.

Gunakan tools terkait untuk melihat masalah dari sisi lain. Perencanaan IP sebaiknya menghubungkan subnet, VLSM, DHCP, dan route summary. Analisis performa perlu membandingkan PPS, BDP, TCP window, loss, serta jitter. Desain wireless perlu menyatukan FSPL, Fresnel, link budget, daya PoE, dan margin instalasi. Pendekatan berlapis membuat kesalahan asumsi lebih mudah ditemukan daripada mengandalkan satu angka. Setelah implementasi, dokumentasikan nilai awal, hasil kalkulasi, konfigurasi yang diterapkan, hasil pengukuran aktual, dan alasan bila terdapat perbedaan. Catatan tersebut membantu troubleshooting, audit kapasitas, serta pengembangan jaringan berikutnya.

Pertanyaan umum

BDP adalah jumlah data yang dapat berada di jalur selama satu round-trip time.

Window scaling diperlukan ketika receive window yang dibutuhkan melebihi 65.535 byte.

Cadangan membantu mengakomodasi variasi RTT, overhead, dan perubahan kondisi jaringan.

Tools terkait