TCP Window Size Calculator

Hitung TCP window atau estimasi throughput maksimum.

Hasil TCP Window

Rumus dan batas hasil

Throughput = TCP window × 8 ÷ RTT. Mode target membalik rumus untuk mencari minimum receive window dan menambahkan margin rekomendasi 25%.

Hasil bersifat teoritis dan belum memperhitungkan packet loss, congestion control, protocol overhead, parallel flow, atau batas perangkat.

Cara kerja dan penggunaan

TCP Window Size Calculator menghubungkan throughput, round-trip time, dan ukuran receive window. Mode Target Throughput mencari window minimum agar jumlah data outstanding cukup untuk target. Mode Known Window memperkirakan throughput maksimum teoritis dari window yang telah diketahui. Hubungan ini paling terlihat pada jalur long fat network dengan bandwidth dan RTT tinggi.

Perhitungan target memakai throughput dikalikan RTT lalu dibagi delapan. Receive window rekomendasi menambahkan margin 25 persen dan tool mencari window scale shift terkecil dari nol sampai empat belas. Mode known membagi jumlah bit pada window dengan RTT. Hasil ditampilkan dalam bps, Kbps, Mbps, dan Gbps agar mudah dibandingkan dengan kapasitas link.

Menafsirkan estimasi

Window 65.535 byte pada RTT 100 ms memberi batas teoritis sekitar 5,2428 Mbps. Nilai aktual dapat lebih rendah akibat retransmission, congestion window, slow start, delayed acknowledgement, overhead, receive buffer sistem operasi, atau aplikasi yang lambat membaca data. Window scaling harus dinegosiasikan saat pembentukan koneksi dan tidak dapat diaktifkan sepihak di tengah sesi. Gunakan packet capture dan statistik socket untuk memastikan nilai yang benar-benar dinegosiasikan.

Cara memakai hasil dengan benar

Mulailah dengan memasukkan data yang benar-benar mewakili kondisi jaringan, bukan sekadar nilai maksimum pada brosur perangkat. Perhatikan satuan pada setiap kolom karena perbedaan bit, byte, meter, kilometer, MHz, GHz, millisecond, atau second dapat mengubah hasil beberapa orde besaran. Gunakan tombol isi contoh untuk memahami format, kemudian ganti seluruh nilai dengan data proyek. Jika validasi menolak masukan, periksa angka kosong, nilai nol pada pembagi, bilangan negatif, alamat yang berada di luar network, atau jumlah baris yang melewati batas. Pembatasan tersebut mencegah hasil tidak terhingga dan menjaga halaman tetap responsif.

Hasil kalkulator merupakan estimasi teknik yang membantu perencanaan, pembandingan skenario, dan pemeriksaan awal. Nilai teoritis belum tentu sama dengan pengukuran lapangan karena implementasi vendor, toleransi komponen, firmware, antrean, interferensi, kualitas kabel, cuaca, topologi, serta beban perangkat dapat memberi pengaruh tambahan. Simpan asumsi bersama hasil, uji beberapa skenario, lalu tambahkan margin desain yang sesuai dengan tingkat risiko layanan. Untuk perubahan jaringan produksi, verifikasi kembali melalui dokumentasi vendor, packet capture, command monitoring, alat ukur, atau uji terkontrol pada maintenance window.

Privasi, validasi, dan tindak lanjut

Perhitungan berlangsung di browser. Nilai network, alamat, bandwidth, delay, konfigurasi, dan hasil tidak dikirim atau disimpan oleh server. Statistik baru dicatat setelah perhitungan valid dan hanya mengidentifikasi tool, bukan isi input. Tombol salin dan download membuat keluaran langsung di perangkat pengguna tanpa file sementara permanen. Walaupun demikian, periksa kembali sebelum membagikan hasil karena nama interface atau rancangan alamat dapat dianggap informasi internal organisasi.

Gunakan tools terkait untuk melihat masalah dari sisi lain. Perencanaan IP sebaiknya menghubungkan subnet, VLSM, DHCP, dan route summary. Analisis performa perlu membandingkan PPS, BDP, TCP window, loss, serta jitter. Desain wireless perlu menyatukan FSPL, Fresnel, link budget, daya PoE, dan margin instalasi. Pendekatan berlapis membuat kesalahan asumsi lebih mudah ditemukan daripada mengandalkan satu angka. Setelah implementasi, dokumentasikan nilai awal, hasil kalkulasi, konfigurasi yang diterapkan, hasil pengukuran aktual, dan alasan bila terdapat perbedaan. Catatan tersebut membantu troubleshooting, audit kapasitas, serta pengembangan jaringan berikutnya.

Pertanyaan umum

Secara teoritis throughput maksimum mendekati ukuran window dibagi RTT.

Window scaling memperbesar receive window 16-bit dengan faktor pengali yang dinegosiasikan saat koneksi dibuat.

Packet loss, congestion control, protocol overhead, dan keterbatasan perangkat memengaruhi throughput nyata.

Tools terkait