VLSM Calculator

Bagi network IPv4 menjadi subnet berbeda ukuran tanpa overlap.

/
Nama subnetKebutuhan hostAksi

Hasil alokasi VLSM

No.SubnetButuhKapasitasNetworkPrefixMaskFirst IPLast IPBroadcastTotalSisa host

Cara kerja dan rumus

Kebutuhan host diurutkan dari terbesar. Ukuran blok minimum adalah pangkat dua terdekat yang dapat menampung host + 2 alamat untuk network dan broadcast. Prefix dihitung dengan 32 − log₂(ukuran blok).

Contoh 192.168.10.0/24 dengan 100, 50, 20, dan 10 host menghasilkan blok /25, /26, /27, dan /28 tanpa overlap.

Cara kerja dan penggunaan

VLSM Calculator membantu membagi satu blok IPv4 menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host. Metode ini lebih efisien daripada memberi prefix yang sama kepada setiap segmen, terutama ketika jaringan memiliki LAN pengguna, server, kamera, access point, dan link point-to-point dengan skala tidak seragam. Kalkulator mengurutkan kebutuhan terbesar lebih dahulu, membulatkan host beserta alamat network dan broadcast ke blok pangkat dua, lalu mengalokasikan blok secara berurutan tanpa overlap.

Tabel hasil menunjukkan network, prefix, subnet mask, first dan last usable IP, broadcast, kapasitas, serta sisa host. Efisiensi membandingkan host yang benar-benar diminta dengan kapasitas host dari blok yang dialokasikan. Sisa alamat pada network utama belum otomatis menjadi satu subnet siap pakai; administrator tetap perlu memecahnya pada tahap berikutnya. Untuk host biasa kalkulator tidak memakai /31 atau /32 karena kedua prefix memiliki aturan penggunaan khusus.

Contoh perencanaan

Pada 192.168.10.0/24 dengan kebutuhan 100, 50, 20, dan 10 host, alokasi yang wajar adalah /25, /26, /27, dan /28. Urutan terbesar mencegah fragmentasi ruang alamat yang dapat membuat blok besar tidak lagi muat. Download CSV berguna untuk worksheet IP address management, tetapi gateway, VLAN ID, DHCP reservation, dan kebijakan routing masih perlu ditentukan secara terpisah.

Cara memakai hasil dengan benar

Mulailah dengan memasukkan data yang benar-benar mewakili kondisi jaringan, bukan sekadar nilai maksimum pada brosur perangkat. Perhatikan satuan pada setiap kolom karena perbedaan bit, byte, meter, kilometer, MHz, GHz, millisecond, atau second dapat mengubah hasil beberapa orde besaran. Gunakan tombol isi contoh untuk memahami format, kemudian ganti seluruh nilai dengan data proyek. Jika validasi menolak masukan, periksa angka kosong, nilai nol pada pembagi, bilangan negatif, alamat yang berada di luar network, atau jumlah baris yang melewati batas. Pembatasan tersebut mencegah hasil tidak terhingga dan menjaga halaman tetap responsif.

Hasil kalkulator merupakan estimasi teknik yang membantu perencanaan, pembandingan skenario, dan pemeriksaan awal. Nilai teoritis belum tentu sama dengan pengukuran lapangan karena implementasi vendor, toleransi komponen, firmware, antrean, interferensi, kualitas kabel, cuaca, topologi, serta beban perangkat dapat memberi pengaruh tambahan. Simpan asumsi bersama hasil, uji beberapa skenario, lalu tambahkan margin desain yang sesuai dengan tingkat risiko layanan. Untuk perubahan jaringan produksi, verifikasi kembali melalui dokumentasi vendor, packet capture, command monitoring, alat ukur, atau uji terkontrol pada maintenance window.

Privasi, validasi, dan tindak lanjut

Perhitungan berlangsung di browser. Nilai network, alamat, bandwidth, delay, konfigurasi, dan hasil tidak dikirim atau disimpan oleh server. Statistik baru dicatat setelah perhitungan valid dan hanya mengidentifikasi tool, bukan isi input. Tombol salin dan download membuat keluaran langsung di perangkat pengguna tanpa file sementara permanen. Walaupun demikian, periksa kembali sebelum membagikan hasil karena nama interface atau rancangan alamat dapat dianggap informasi internal organisasi.

Gunakan tools terkait untuk melihat masalah dari sisi lain. Perencanaan IP sebaiknya menghubungkan subnet, VLSM, DHCP, dan route summary. Analisis performa perlu membandingkan PPS, BDP, TCP window, loss, serta jitter. Desain wireless perlu menyatukan FSPL, Fresnel, link budget, daya PoE, dan margin instalasi. Pendekatan berlapis membuat kesalahan asumsi lebih mudah ditemukan daripada mengandalkan satu angka. Setelah implementasi, dokumentasikan nilai awal, hasil kalkulasi, konfigurasi yang diterapkan, hasil pengukuran aktual, dan alasan bila terdapat perbedaan. Catatan tersebut membantu troubleshooting, audit kapasitas, serta pengembangan jaringan berikutnya.

Pertanyaan umum

VLSM memakai prefix berbeda sesuai kebutuhan host, sedangkan FLSM memakai ukuran subnet yang sama untuk semua jaringan.

Blok terbesar harus ditempatkan lebih dahulu agar ruang alamat tetap selaras dan risiko fragmentasi ruang subnet berkurang.

Kalkulator menghentikan alokasi dan menampilkan pesan bahwa blok alamat utama tidak cukup untuk seluruh kebutuhan.

Tools terkait

Jaringan

CIDR Calculator

Konversi IPv4, prefix CIDR, subnet mask, wildcard, dan rentang host.